DEMA UIN Ar-Raniry Adakan Maulid Nabi Dan Silaturrahmi Alumni

Share:

WASATHA.COM, Banda Aceh- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Silaturrahmi dengan Alumni. Acara ini disertai dengan santunan anak yatim di Gedung Auditorium Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.(10/12/2019)

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa UIN Ar-Raniry dan alumni yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, selain politisi juga hadir dari birokrasi, dosen, jurnalis dan pengusaha. Dengan rangkaian acara setelah ceremonial dan santunan anak yatim diikuti oleh diskusi singkat antara alumni dan mahasiswa yang hadir

Ketua DEMA UIN Ar-Raniry Rizki Ardial mengatakan, dengan berjalannya kegiatan ini semoga dapat mengingatkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama islam, serta memperbaiki akhlak manusia ke arah yang lebih  baik.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini semoga kita dapat kembali mengingat bagaimana spirit perjuangan Rasulullah dulu dalam memperjuangkan Agama dan memperbaiki peradaban bangsa saat itu. Hal ini dapat menjadi spiri baru kita dalam dunia pendidikan, bagaimana kita mengembangkan intelektual bangsa hari ini, sehingga kita dapat lebih maju sebagaimana yang kita cita-citakan," kata Rizki

Ketua Koniry Azhari, S.Ag., M.Si juga menyampaikan bahwa dengan semangat ini kita dapat terus mengembangkan potensi diri untuk bersaing di dunia luar, seperti alumni-alumni UIN Ar-Raniry.

"Semangat kita hari ini adalah bagaimana kita terus mengembangkan potensi diri di era globalisasi ini, sehingga kita dapat bersaing dengan dunia luar, seperti halnya alumni UIN Ar-Raniry yang terus memberi kontribusinya kepada pembangunan Negara, hal ini dapat di lihat di Pemerintah Aceh seberapa banyak Alumni UIN yang menduduki posisi penting dalam Pemerintahan begitu juga di Legislatif (DPRA)," pungkas Azhari.

Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Dr. Saifullah, M.Ag. sangat mengapresiasi dan mengharapkan mahasiswa dan Alumni dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan Aceh, mereka merupakan calon-calon intelektual yang akan mewujudkan cita-cita dan tercapainya UIN Ar-Raniry yang jaya kedepannya.

"Apresiasi yang sangat luar biasa atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga Mahasiswa, Kampus dan Alumni terus memberikan kontribusi kepada pembangunan Aceh hari ini, oleh karena itu sangat dibutuhkan koloborasi, saling mendukung dan saling menguatkan antara elemen ini agar cita-cita kita semua dapat tercapai dan UIN Ar-Raniry makin jaya kedepannya," harap Dr. Saifullah.

Muhammad Rizal Falevi Kirani yang kini menjadi anggota DPR Aceh mengharapkan supaya alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh agar terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk memajukan UIN Ar-Raniry agar nama kampus terus harum di mata masyarakat Aceh.

Ia juga menambahkan agar kegiatan silaturahmi ini terus dilakukan dan semoga seluruh alumni UIN Ar-Raniry dapat hadir pada kegiatan-kegiatan seperti ini, dengan adanya silaturahmi ini kita dapat bertukar pikiran, berbagi informasi untuk membangun kampus lebih maju kedepannya.

“Dengan adanya kegiatan seperti kita dapat berdiskusi banyak hal, bagaimana kita berpikir agar UIN dapat lebih maju kedepannya dan namanya terus mengharum di mata masyarakat Aceh. Mari kita kesampingkan ego pribadi agar silaturahmi tetap terjaga dan sama-sama menjaga nama baik kampus dan terus membimbing adek-adek Mahasiswa agar mereka lebih kreatif serta punya potensi lebih dan dapat menjadi generasi penerus yang punya komitmen dan kompetensi tinggi dalam memajukan bangsa dan Negara”. harap Falevi

Falevi juga mengatakan dalam dunia kampus tidak boleh ada siapapun yang menginvensi mahasiswa, biarkan mereka berfikir bebas dan cerdas, “bimbinglah mereka berpikir bebas dan cerdas, jangan ada pihak manapun yang inversi siapapun dia, baik Rektor, Wakil Rektor serta senior-senior semua, hal ini tidak boleh terjadi karena mereka sedang berproses mencari jati diri jangan digiring untuk kepentingan apapun dan kepentingan siapapun," pungkasnya

Hal yang sama juga dikatakan Muhammad MTA, pada kesempatan itu MTA mengharapkan tidak adanya perbedaan dalam kampus, semua harus saling bersinergi dengan tujuan terus mengembangkan sumber daya.

"Tidak ada perbedaan dalam dunia kampus, antar civitas akademika harus saling bersinergi mengembangkan sumber daya. Perbedaan pandangan dan pola pikir itu hal biasa, jangan jadikan perbedaan itu yang menyebabkan kita terpecah-pecah. Di sisi lain juga kampus harus selalu memback-up alumni-alumni yang ada yang biarkan mereka tumbuh dan berkembang dengan sendirinya diluar sana, baru setelah sukses kampus mencarinya. Oleh karena itu dibutuhkan sinergisitas antara kampus dan alumni untuk sama-sama saling menguatkan demi untuk kemajuan kampus kita tercita," harap Muhammad

Alumni lainnya Misdarul Ihsan juga menyetujui bahwa seluruh alumni serta mahasiswa menjadi kontributor untuk pengembangan Aceh ke arah lebih maju.

"Para alumni akan terus berkonstribusi untuk pengembangan kampus sesuai dengan kapasitas dan latar belakang pekerjaan yang mereka tekuni, hal kecil dapat kita lihat dikantor tempat dia bekerja yang selalu menerima mahasiswa magang dibidang jurnalistik setiap tahunnya, apa yang bisa dibantu dan difasilitasi akan terus dibantu untuk pengembangan mahasiswa UIN, tegas pimpinan salah satu stasiun TV tersebut," tutup Misdarul Ihsan[]

No comments