Masker Punya Dua Sisi dengan Fungsi Berbeda, Fakta atau Hoaks?

Share:
Gambar yang tersebar di media sosial



WASATHA.COM, BANDA ACEH – Baru-baru ini beragam kabar begitu heboh diperbincangkan di sosial media. Salah satunya adalah informasi viral mengenai penggunaan masker hijau secara terbalik.

Masker berwarna hijau itu sering digunakan oleh masyarakat untuk melindungi diri dari polusi udara.

Namun, banyak info yang beredar di masyarakat melalui infografis dan lain-lain dari media sosial tentang penggunaan masker hijau yang dibalik posisinya dari dalam ke bagian luar yang berwarna putih.

Hal tersebut berdasarkan kabar dari sejumlah infografis media sosial yang menyatakan bahwa guna nya untuk dibalik ialah sebagai pelindung polutan untuk masuk ke dalam saluran pernapasan.

Sedangkan jika posisi hijau nya seperti normal ke sisi luar, itu berfungsi agar penyakit dari saluran pernapasan kita tidak tercemar ke orang sekitar.

Namun, apakah kabar dari informasi yang banyak beredear dari media sosial itu benar atau hanya hoaks?

Dilansir dari Liputan6.com, rupanya info tersebut merupakan hoaks dan tidak benar adanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu dokter spesialis penyakit dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

"Itu hoaks, enggak bener. Jadi tetap hijaunya di luar, enggak ada istilahnya keluar masuk kuman," ujar dr Ari.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya, masker tersebut digunakan untuk dokter saat melakukan surgery (operasi) atau tindakan lainnya. Dokter, kata dr Ari, menggunakan masker ketika sedang melayani pasien.

"Pertama, supaya saat dokter melayani, tidak ditularkan oleh si pasien. Kemudian, dari masker itu juga menyaring agar tidak tertular dari paparan yang terjadi di luar," kata dia.

dr Ari menegaskan, masker digunakan agar kita tidak terinfeksi dari paparan penyakit yang ada di luar. Ia mengatakan, bahan dalam dan luar masker berbeda, sehingga penggunaannya memang sudah sesuai.

"Jadi konsisten. Kalau pun dilihat di dalam instructrion for use, tidak me-mention masalah itu, soal membolak-balikkan masker," tegas dr Ari.[]

No comments