Seminar Wirausaha Prodi PMI Bahas Potensi Bisnis Kurma dan Nilam Aceh

Share:


Laporan Melli Saputri

WASATHA.COM, BANDA ACEH - Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Kamis (4/7/2019) menggelar seminar "Green Entrepreuneur Skill".

Acara yang digelar di Aula Fakultas Dakwah tersebut menghadirkan Mahdi Muhammad, penggagas perkebunan kurma Aceh di Lembah Barbate, dan Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, Dr. Syaifullah Muhammad.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr Fakhri, S.Sos, MA saat membuka seminar itu berharap acara tersebut menjadi suatu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan semangat wirausaha dalam mendorong kesuksesan mahasiswa ke depan.

Dalam paparannya, penggagas kebun kurma Aceh, Mahdi Muhammad mengajak mahasiswa memiliki semangat bisnis di usia muda. Terutama, kata Mahdi,pada bisnis yang ramah lingkungan.

Ia juga mengatakan,  Allah sebenarnya telah menjelaskan beragam manfaat tentang kurma dan anggur.

Menurut Mahdi, selain kurma sebenarnya anggur pun bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan dalam berbisnis karena itu juga termasuk dalam buah-buahan yang paling diminati di pasaran.

Lanjutnya, Aceh harus mengembangkan banyak ilmu dalam dunia pertanian sehingga nantinya bisa berguna untuk kemajuan tanpa merusak alam di negeri Serambi Mekkah.

Sementara itu, Dr Saifullah Muhammad yang selama ini konsen pada penelitian dan pengembangan nilam Aceh mengatakan, tumbuhan nilam memiliki potensi yang bagus dalam dunia bisnis.

Nilam sebagai salah satu bahan dasar produk minyak wangi, kata Saifullah, dapat menjadikan keharuman produk minyak wangi bertahan hingga 13 jam.

Menurut Saifullah, nilam terbaik saat ini ada di 16 daerah di Aceh.

"Dari 23 kota yang ada hanya ada 16 kota yang ada nilamnya dan nilam terbaik tumbuhnya berada di Aceh," pungkas Saifullah.

Selain itu, seminar yang bertujuan membangun kemandirian mahasiswa juga menghadirkan Admansyah Lubis, konsultan pertanian.

Hadir pada seminar itu, Ketua Prodi PMI Dr Rasyidah, MA, puluhan akademisi UIN dan mahasiswa. []

No comments