Dapat Lima Surat Suara, Pemilih Mengaku Kesulitan di Bilik Suara

Share:

WASATHA.COM, BANDA ACEH -  Sejumlah masyarakat Banda Aceh mengaku kesulitan di bilik suara saat melakukan pencoblosan pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Seperti yang dirasakan masyarakat di Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh (17/4/2019).

Zainal Arifin, Wakil Wali Kota Banda membenarkan perihal masyarakat kesulitan saat melakukan pencoblosan di bilik suara. Bilik suara yang terbatas dan ukuran kertas yang lebih lebar menyulitkan sejumlah masyarakat. Sehingga, membutuhkan waktu yang lebih lama bagi masyarakat untuk melakukan pencoblosan dan juga melipat kembali surat suara.

“Ada tingkat kesulitan yang tinggi dalam pelaksaan Pemilu pada tahun ini, terutama sekali mohon maaf  bilik suaranya yang terbatas, kemudian kertasnya yang lebih lebar dari kotak,” kata Zainal Wakil Wali Kota Banda Aceh di lokasi pemilihan.

Ia juga menambahkan, terkait dengan lapisan saat pencoblosan yang dianggap terlalu kecil yang hanya berukuran 15 X 15 cm.

Salah satu warga, yakni Nur Aji mengakui hal yang sama. Ia merasa kesulitan dalam mengeser kertas saat melakukan pencoblosan. Terlebih saat melipat kelima surat suara yang ukurannya sangat lebar dan tempatnya yang terbatas.

“Itulah saya butuh waktu lama untuk melipatnya, karena bilik suara yang kecil dan masyarakat juga terlihat ramai, jadi sayang kalau harus nunggu lama,” kata Nur Aji di salah satu TPS.

Masyarakat pada umumnya tidak mempersoalkan terkait dengan bilik suara yang terbuat dari  kardus. Tetapi lebih kepada kesulitan saat membuka surat suara yang leber dengan bilik suara yang terlalu sempit.


Menurut masyarakat bilik suara itu seharusnya lebih besar dari surat suara atau minimal sebesar surat suara. Sehingga lebih memudahkan saat proses pencoblosan berlangsung. [Maghfirah].


No comments