Menerjemahkan Keajaiban Allah Menjadi Ilmu Merupakan Bagian Zikir

Share:
(Foto: Facebook)
ADA empat do'a Nabi Daud As. Pertama, lisan yang selalu berzikir. Zikir merupakan bagian do'a sekaligus bentuk aktualisasi seorang hamba mengingat penciptanya. Seorang mahasiswa, berfikir untuk melihat berbagai keajaiban Allah Swt dan menerjemahkannya ke dalam ilmu merupakan bagian dari zikir.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Syahminan, M.Ag saat memberikan tausyiah singkat ba'da shalat zuhur di Masjid Fathun Qarib kampus setempat, Rabu (3/5/2017).

Ia melanjutkan, yang kedua, do'a nabi Daud As adalah meminta agar dijadikan sebagai hamba yang bersyukur. Hal ini menurutnya, kita sebagai umat Islam mulai jauh terhadap rasa syukur kepada Allah Swt karena dipengaruhi oleh kecintaan terhadap dunia dan materi. 

"Kecintaan terhadap materi membuat kita sebagai manusia selalu merasa kurang," kata Syahminan dalam tausyiah singkatnya.

Ketiga, yaitu berdo'a agar dianugrahi sifat sabar. Menurutnya hal ini penting, mengingat dunia merupakan tempat dimana manusia akan diuji. Dengan diberi sifat sabar, manusia sebagai hamba Allah akan lebih teguh dalam melewati berbagai rintangan yang ada.

Keempat, yaitu mendapat istri selalu mendukung suami kepada jalan ketaatan. Do'a yang terakhir ini sangat menentukan bagaimana kehidupan seorang hamba. Ketika mendapatkan istri yang soleha, maka berbagai rintangan akan mudah dilewati dan istri soleha kelak membantu kita menuju ketaatan dan mendapat kemuliaan dari Allah Swt.[Sara Masroni]