Di kompleks kampus Darussalam, Banda Aceh, berdiri Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry. Fakultas ini punya riwayat panjang dalam pendidikan dakwah di Indonesia. Dari sini lahir para penyuluh, pegiat media, dan pengelola lembaga keagamaan yang berkiprah di Aceh dan daerah lain.
Fakultas Dakwah didirikan pada 1968 dan tercatat sebagai Fakultas Dakwah pertama di lingkungan IAIN di Indonesia. Saat itu fakultas ini menjadi salah satu dari lima fakultas di IAIN Ar-Raniry. Tokoh yang memimpinnya pada masa awal adalah A. Hasjmy, yang menjabat Dekan selama tiga periode antara 1968 dan 1977.
Perubahan status IAIN menjadi UIN pada 2013 ikut mengubah wajah fakultas. Nama yang kini dipakai, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, menunjukkan cakupannya yang tidak lagi terbatas pada ceramah dan bimbingan keagamaan. Fakultas ini juga mengkaji komunikasi, media, dan pengembangan masyarakat.
Fakultas Dakwah dan komunikasi(FDK) baru saja melantik Dekan baru pada tanggal 11 September 2026 yang di Lantik langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman. Yaitu Prof. Dr. Jasafat, M.A. sebagai Dekan fakultas Dakwah dan Komunikasi periode 2026-2030.
FDK mengelola beberapa program studi yaitu meliputi Prodi Komunikasi penyiaran Islam, Bimbingan Konseling Islam, Pengembangan masyarakat sosial, Manajemen Dakwah, Kesejahteraan sosial dan juga FDK menawarkan program Studi baru yaitu Manajemen Haji dan Umroh, Jurusan- Jurusan ini menyiapkan lulusan di bidang penyiaran, konseling, pemberdayaan masyarakat, hingga manajemen lembaga dakwah.
Kajian terhadap lulusan juga sudah dilakukan. Sebuah penelusuran lulusan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam FDK UIN Ar-Raniry di dunia kerja terbit di jurnal ilmiah Al-Ijtimaiyyah pada 2018, sebagai upaya menilai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan.
Fakultas ini juga pernah menjadi objek evaluasi akademik. Sebuah kajian pada 2016 menilai kurikulum FDK memiliki sejumlah kelemahan, antara lain banyaknya mata kuliah dengan tujuan pembelajaran yang umum dan beban SKS yang berlebih, sehingga profesi utama lulusan belum terumuskan secara konkret. Kajian itu merekomendasikan reorientasi kurikulum agar lebih berorientasi ke masa depan.
Tantangan tersebut makin terasa di era digital. Dakwah kini hadir di media sosial dan platform video, dan pengelolaan program dakwah menuntut kemampuan komunikasi, manajemen, dan literasi media. Kebutuhan inilah yang membuat pendekatan lintas bidang antara dakwah dan komunikasi relevan.
FDK juga membuka diri terhadap kolaborasi internasional. Fakultas ini bersama Universiti Islam Pahang tercatat memperkuat hubungan Aceh dan Pahang melalui kerja sama akademik. Kerja sama semacam ini membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa serta riset bersama.
Di luar ruang kuliah, mahasiswa FDK terlibat dalam organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas dan program studi. Menurut informasi yang tersedia, organisasi itu meliputi senat mahasiswa fakultas, dewan perwakilan mahasiswa, dan badan eksekutif mahasiswa di tingkat program studi. Organisasi ini menjadi tempat latihan kepemimpinan dan komunikasi publik, dua keterampilan yang dibutuhkan calon dai, konselor, dan pegiat media.
Sebagai fakultas dakwah tertua di lingkungan perguruan tinggi Islam negeri, FDK UIN Ar-Raniry memikul harapan besar. Fakultas ini diharapkan terus memperbarui kurikulum, memperkuat riset, dan menyiapkan lulusan yang paham nilai-nilai Islam sekaligus mampu bersaing di dunia kerja.
[ Arif Kurniawan ]
