Banda Aceh - Tumpukan sampah terlihat memenuhi bantaran
sungai pada malam hari di sekitar kawasan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG).
Sampah berupa plastik, botol minuman, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga
tampak berserakan di sepanjang tepian sungai dan terbawa arus air.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar
karena dinilai dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta mengganggu
keindahan kawasan sungai. Selain mengeluarkan bau tidak sedap, penumpukan
sampah juga dikhawatirkan menjadi penyebab tersumbatnya aliran air yang
berpotensi memicu banjir ketika hujan deras turun.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar sampah
menumpuk di area pinggir sungai yang memiliki tanggul beton. Pada malam hari,
kawasan tersebut terlihat gelap dengan pencahayaan minim, sementara sampah
masih tampak jelas mengapung dan menempel di tepian sungai.
Seorang pengunjung disalah satu cafe mobil pinggiran sungai
mengaku bahwa sering mencium bau tak sedap dari arah sungai karena kebiasaan
buruk masyarakat membuang sampah sembarangan
"padahal enak banget nongkrong disini, tapi kalo lagi
ada angin sepoi-sepoi terbanglah hawa sampah tu ke tempat kami, udah ga selera
lagi duduk situ" ujarnya.
Pengamat lingkungan menilai pencemaran sungai tidak hanya
berdampak pada ekosistem air, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat
sekitar. Sampah plastik yang terus menumpuk berpotensi mencemari air dan
merusak habitat makhluk hidup di sungai.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap
kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta ikut menjaga
kebersihan sungai. Upaya bersama antara warga dan pemerintah dinilai penting
untuk mengurangi pencemaran dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan
perkotaan. [Lathifatunnisa]
