Headlines
Loading...
Kitab Suci Aceh Ancam Kerukunan Beragama

Kitab Suci Aceh Ancam Kerukunan Beragama

Ruslan, Dosan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry

WASATHA.COM, BANDA ACEH –  Aplikasi “Kitab Suci Aceh” pada layanan distribusi digital Google Play dapat memicu kerukunan umat beragama di Aceh. Untuk itu, Pemerintah Aceh diimbau melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.
Hal itu dikatakan Ruslan, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry yang juga lulusan McGill University, Canada. Menurutnya, Pemerintah dan masyarakat Aceh secara khusus dapat melaporkan aplikasi “Kitab Suci Aceh” sebagai konten yang mengancam kerukunan beragama (religious disharmony), mengingat pesan injil dalam aplikasi itu juga akan berdampak terhadap minoritas di Aceh.
“Pemerintah Aceh dan masyarakat dapat mengkategorikan ini sebagai Threats atau ancaman yang dapat memantik disharmoni beragama, “ ujar Ruslan yang juga Dosen pada Fakultas Adab dan Humaniora, seperti dilansir acehsatu.com.
Ia menjelaskan, umumnya, penolakan atau penghentian (termination) pada sebuah produk informasi/aplikasi/konten melalui youtube, google playstore dan web berbasis berbagi laiinnya, disebabkan karena beberapa alasan sepert, Nudity or sexual content, Violent or graphic content , Hateful content, Spam, misleading metadata and scams, Harmful or dangerous content, Copyright, dan Threats.
“Kita bisa protes bahwa konten ini mengandung unsur threat yang akan mengancam harmoni  beragama di Aceh selama ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Direktur Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Indonesia, Teuku Farhan. Ia mengajak masyarakat melaporkan aplikasi ini dengan cara mengajak masyarakat untuk melaporkan ini sebai konten kebencian.
“Ayo ramai-ramai untuk lapor. Saya sudah kontribusi laporkan sebagai konten kebencian. Kalau ada 1000 orang yang melakukan hal yg sama. Insyaallah aman. ditutup apps ini,” kata Teuku Farhan.
Seperti diberitakan, jagad sosial media di Aceh kembali heboh dengan informasi bertajuk “Kitab Suci Aceh” yang berisikan Injil terjemahan dalam bahasa Aceh. Aplikasi yang tersedia di google Playstore ini disebutkan dapat dijalankan pada semua gawai yang mengunakan sistem android.
Aplikasi ini dinilai meresahkan karena membawa nama kitab suci yang berkonotasi itu Alquran sesuai dengan keyakinan masyarakat Aceh yang mayoritas muslim.
Pada chanel youtube Islam Foundation yang dibagikan pada sejumlah saluran chat sosial media termasuk whatsApp disebutkan penamaan Kitab Suci Aceh sangat tidak pantas karena bertolak belakang dengan kesan Aceh. Chanel ini juga memberikan informasi aplikasi tersebut dinilai tidak pantas bagi Aceh.
Chanel Islam Foundation menyebutkan, penamaan kitab suci ini sangatlah tidak pantas dibuat mengingat Aceh dikenal 99 % penduduknya mayoritas islam. Tentu segala hal yang dikaitkan dengan istilah “Suci” adalah segala hal yang merujuk kepada Agama islam, khususnya kepada Kitab suci Al-Quran.
“Seharusnya pihak yang mempublis aplikasi ini memberi nama aplikasi tersebut sesuai dengan kondisi yang tepat,” demikian tulis Chanel Islam Foundation. []

0 Comments: