Iklan

Iklan

Ulama Palestina Hadiri Muzakarah Internasional di Aceh, Perkuat Pesan Persatuan dan Perdamaian Umat

10/14/26, 13:39 WIB Last Updated 2026-10-14T06:53:26Z




KEHADIRAN ulama Palestina, Syekh Ammar Internasional Azmi Ar-Rafati Al-Hasani, dalam Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II di Banda Aceh menjadi bagian penting dari pertemuan ulama lintas negara yang mengusung pesan persatuan, penguatan spiritualitas, dan perdamaian umat.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di bawah kepemimpinan Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy. Muzakarah mengangkat tema “Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat.” Forum ini mempertemukan ulama dan cendekiawan Muslim dari berbagai negara, termasuk Palestina, Suriah, Maroko, Malaysia, Mesir, dan sejumlah negara lainnya.

Kehadiran delegasi Palestina memberikan dimensi internasional pada forum keagamaan tersebut. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia Islam, pertemuan ulama lintas negara menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun kepedulian kemanusiaan, serta mendorong terwujudnya kehidupan umat yang lebih damai dan harmonis.

 Memperkuat Persatuan Melalui Tauhid dan Tasawuf 

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II tidak hanya menjadi ajang pertemuan para ulama, tetapi juga forum untuk merumuskan arah penguatan kehidupan keagamaan yang berlandaskan tauhid, iman, dan ihsan. 

Dalam resolusi yang dibacakan pada 11 Oktober 2026, para ulama menyerukan pentingnya penguatan nilai-nilai tauhid dan tasawuf dalam membangun akhlak mulia, memperkokoh persatuan umat, serta mendorong terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kehidupan beragama tidak cukup berhenti pada pemahaman ajaran secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan keikhlasan, kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. 

Dalam konteks pertemuan ulama internasional, nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama di tengah perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan kebangsaan. 

Palestina dalam Semangat Solidaritas Umat 

 Kehadiran Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Hasani sebagai perwakilan ulama Palestina juga mengingatkan pentingnya solidaritas antarsesama umat Islam. Palestina memiliki tempat penting dalam perhatian dunia Muslim, terutama berkaitan dengan persoalan kemanusiaan dan cita-cita terciptanya kehidupan yang aman serta bermartabat. 

Muzakarah di Aceh memberikan ruang perjumpaan bagi para ulama dari berbagai negara untuk memperkuat hubungan keagamaan dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan spiritual. 

Meski tidak tersedia keterangan terverifikasi mengenai pernyataan khusus Syekh Ammar dalam forum tersebut, kehadirannya tercatat dalam daftar perwakilan ulama yang menandatangani resolusi dan rekomendasi Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II. 
Hal ini memperlihatkan bahwa forum tersebut melibatkan perwakilan ulama dari berbagai negara dalam upaya membangun komitmen bersama mengenai penguatan kehidupan keagamaan, persatuan, dan perdamaian. 

 Aceh sebagai Ruang Pertemuan Ulama Internasional 

Penyelenggaraan muzakarah ini kembali menempatkan Aceh sebagai ruang perjumpaan keilmuan dan spiritualitas Islam. Tradisi keislaman yang kuat di Aceh menjadi latar penting bagi penyelenggaraan forum yang mempertemukan ulama dari berbagai kawasan dunia.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ajaran tauhid dan tasawuf sebagai landasan pembentukan akhlak serta kehidupan sosial yang lebih baik. 
Pada penutupan kegiatan, para ulama menghasilkan lima resolusi dan rekomendasi yang antara lain menekankan penguatan tauhid kesufian, kerja sama antara ulama dan pemimpin, pembangunan moralitas masyarakat, serta terwujudnya kemakmuran dan keadilan sosial. 

Kehadiran ulama Palestina bersama para ulama dari negara lainnya mempertegas pentingnya membangun hubungan lintas bangsa yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. 
Muzakarah ini diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, tetapi dapat menjadi pijakan bagi penguatan persaudaraan, pengamalan nilai-nilai Islam, dan upaya mewujudkan perdamaian yang membawa manfaat bagi umat manusia.


(Muhammad Hadi)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ulama Palestina Hadiri Muzakarah Internasional di Aceh, Perkuat Pesan Persatuan dan Perdamaian Umat

Terkini

Topik Populer

Iklan