| Mujiburrahman terpilih Ketua MPW ICMI Orwil Aceh periode 2026-2031. (Foto: Ist). |
Banda Aceh - Ketua terpilih Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh periode 2026–2031, Mujiburrahman, menyampaikan ICMI Aceh ke depan harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, bukan sebagai lawan.
Menurutnya, ICMI memiliki banyak gagasan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan umat, masyarakat, dan bangsa. Namun, gagasan tersebut baru akan memberi manfaat apabila mampu dikomunikasikan dan menjadi masukan bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan.
“ICMI merupakan rumah besar umat Islam yang menghimpun para cendekiawan dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Karena itu, kebersamaan menjadi kekuatan penting yang harus terus dibangun,” ujar Mujiburrahman dalam sambutannya, setelah terpilih sebagai Ketua MPW ICMI Aceh periode 2026–2031 pada Musyawarah Wilayah (Musywil) ICMI Aceh ke-8 di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Ia juga menilai ICMI Aceh memiliki modal yang sangat kuat untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan berbagai pihak.
“Kita sudah punya modal yang sangat kuat untuk dinegosiasikan dengan multipihak,” katanya.
Modal tersebut, menurut Mujib, harus disadari dan dikelola dengan baik oleh para cendekiawan yang berhimpun dalam ICMI.
“Kita para cendekiawan mesti sadar potensi dan perlu kita kelola dengan baik untuk kemajuan organisasi dan kemanfaatannya untuk umat, masyarakat dan bangsa,” katanya.