Jangan Panik!

Share:
T Lembong Misbah

DALAM kamus KBBI  arti panik adalah bingung, gugup, atau takut dengan mendadak sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang, dan kepanikan adalah suatu kondisi kecemasan yang sangat berat yang disertai dorongan untuk lari atau bersembunyi sewaktu menghadapi suatu kondisi yang dirasakan berbahaya atau mengancam.

Ketenangan diri dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul adalah kata kunci untuk bisa terhindar dari kepanikan yang berakibat fatal pada diri sendiri dan orang lain.

Maka bersikap tenanglah, jika dihadapkan pada persoalan-persoalan pelik yang terhidang di depan mata kita.

Beberapa tahun silam saya bertandang ke tempat teman yang berprofesi sebagai montir sekaligus pemilik salah satu bengkel sepeda motor di Banda Aceh.

Saat saya tiba si teman sedang seriusnya membetulkan sepeda motor jenis Vespa yang tampak berkarat hampir seluruh bodinya. 

Sembari  mempersilahkan  saya duduk di kursi depan bengkelnya, ia minta waktu sejenak untuk meneruskan pekerjaanya yang dianggap tanggung.

Tidak lama kemudian si teman mulai mengengkol sepeda motor yang diperbaikinya, berkali-kali diengkol ternyata dari sistem perapian sepeda motor tersebut mengeluarkan asap tebal dan dengan sekejap api merambat ke bodi lainnya.

Saya dan orang-orang yang berada di sekitar bengkel menjadi tegang malahan pemilik toko sebelah  menjerit ketakutan, akan tetapi si teman terlihat gontai sekali.

Ia dengan tenang mengatakan pada anak buahnya “hai ambil kain basah dan pukulkan ke sepeda motor ini.”

Ketenangan si teman ini membuat anak buahnya dengan tenang pula melaksanakan perintah dengan tepat. Alhamdulillah akhirnya api dapat dipadamkan.

Sejenak kemudian ia duduk di samping saya, mukanya memang terlihat pucat. Lalu saya tanya “kamu gak takut ya pada kejadian tadi?” sambil menyeruput kopi yang telah terhidang dari tadi, ia melemparkan senyum kecil pada saya.

" Ya, mungkin kamu lihat begitu, sebenarnya saya paling takut, tapi kalau tadi saya panik maka pikiran saya tentunya menjadi kacau dan  anak buah saya akan lari semua. Jika seperti itu maka musibah besar akan tak terelakkan, coba bayangkan kalau api itu tidak dapat dipadamkan ia akan melahap seluruh toko yang ada di sini, tentu ini sesuatu yang tidak dapat kubayangkan," katanya.

Saya terkesima mendengar ungakapan itu, dan mengatakan padanya “kamu hebat!”

Dari kejadian tersebut dapat saya ambil pelajaran betapa ketidakpanikan dapat menghindarkan seseorang dari bahaya besar, dan mampu keluar dari berbagai persoalan yang membelit.

Ketenangan dalam menghadapi masalah menjadikan yang susah jadi mudah dan yang besar menjadi kecil.

Misalkan saja, ada banyak orang yang selamat saat bencana tsunami beberapa tahun silam disebabkan oleh penguasaan dan ketenangan diri yang begitu baik, mereka tetap bisa berpikir logis dan rasional sekalipun musibah dahsyat itu bagai kiamat di depan mata.

Karenanya Allah menyeru manusia “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30).

Itu artinya, orang-orang yang dimasukkan ke dalam syurga yaitu orang-orang yang memiliki ketenangan jiwa, tidak panik dengan urusan dunia semata.[]

T. Lembong Misbah, adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dan Kerjasama, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

No comments