Gagal Paham

T Lembong Misbah

KATA orang bijak, perkataannmu adalah nilaimu, karenanya bicara menunjukkan siapa dirimu.

Ketua organisasi “Sapu Bersih" sangat berang saat merima copian laporan dari auditor tentang kinerja “Lembaga Ternama” di kotanya.

Ia berteriak keras dan lantang, sehingga menyentakkan seisi gedung tempatnya bekerja. Dengan raut muka kesal, ia mengajak teman-temannya untuk menjumpai kepala Lembaga Ternama yang dianggap gak becus bekerja dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

Sesampai di Lembaga Ternama, mereka langsung merangsek masuk ke ruangan pak kepala. Satuan Pengaman (Satpam) seperti tak berdaya untuk menghalangi mereka.

Kontan, dengan tensi tinggi, sang ketua organisasi “Sapu Bersih” langsung menghujani berbagai tuduhan, cacian dan kata-kata sumpah serapah, sambil mengacung-acungkan copian auditor di tangan kirinya.

Setelah puas menumpahkan semua amarahnya, sejurus kemudian kepala Lembaga Ternama pun bertanya:

“Saya gak ngerti apa yang kalian maksudkan,”

Mendengar ungkapan itu, ketua “Sapu Bersih” langsung menyahut,

“Pak, semua sudah jelas bahwa kinerja bapak tidak becus hanya menghabiskan uang negara.”

"Lho, bagaimana saudara bisa menyimpulkan seperti itu?”

“Dari hasil audit ini pak! sahutnya, sambil menunjukkan copian yang ada di tangannya.

“Trus, apanya yang kurang beres dari hasil audit itu?” Tanya kepala Lembaga Ternama.

“Ya, ini pak, di kolom keterangan sudah jelas ditulis angka 0 (nol) itu artinya pekerjaan bapak dan semua pegawai di sini gagal.”

Sambil mengulum senyum, kepala Lembaga Ternama berujar: “Oo..itu, sebenarnya angka nol dalam kolom keterangan maksudnya  bahwa pekerjaan yang lakukan semuanya benar dan tidak ada masalah dengan kata lain nol masalah.”

Kemudian pak kepala menunjukkan keterangan-keterangan untuk membenarkan ucapannya. Dengan sangat malu pak ketua “Sapu Bersih" mengkode teman-temannya agar cepat keluar dari ruangan.

Pak ketua "Sapu Bersih" sepertinya sadar bahwa dia salah memahami kode angka nol, atau gagal paham dengan angka nol. 

Sikap di atas mencerminkan sikap gegabah seseorang dalam menilai dan mengambil kesimpulan tentang sesuatu hal, ada banyak orang yang menilai kebenaran dari perspektif dirinya dan melupakan kebenaran dari perspektif orang lain.

Apalagi kebenaran yang dipahami bukan berdasarkan kajian tapi didasari oleh emosi yang membuncah.

Justru, di sinilah acapkali dijumpai munculnya perselisihan di antara kita, disebabkan truth claim (klaim kebenaran) yang seakan-akan hanya kita yang paling benar, sementara orang lain salah.

Cara berpikir semacam inilah yang kerap memunculkan gagal paham, dalam melihat realitas dunia ini yang beragam, sehingga terkadang konflik sukar untuk dihindarkan.

Maka pahamilah sesuatu itu dengan baik dan benar sebelum mengambil keputusan.

Orang bijak mengutamakan otak daripada otot.

[T. Lembong Misbah, adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dan Kerjasama, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry]





Gagal Paham Gagal Paham Reviewed by WASATHA on Juli 20, 2018 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.