Mengenali Potensi Diri Manusia

T Lembong Misbah

SETIAP manusia diberikan potensi diri oleh Allah sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan di dunia yang penuh tantangan dan persaingan.

Allah menyebutkan bahwa dunia ini penuh dengan tipu daya, senda gurau dan permainan. Pemenang dari sebuah permainan tentu saja mereka yang paling unggul dalam memaksimalkan potensi dirinya yang dititipkan Allah kepadanya.

Secara faktual paling tidak manusia dititipi tiga potensi dasar yang membedakannya dengan makhluk lain: Pertama, Potensi Kesempurnaan Jasmani. Potensi ini merupakan perangkat keras yang dibekali dengan kesempurnaan organ tubuh.

Rasanya tidak satupun organ tubuh manusia yang penempatannya kurang benar, Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” QS. At-Tin [95: 4]

Dalam ayat yang lain Allah mengungkapkan: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” QS. Al-'Isra' [17: 70]

Kedua, Potensi Jiwa/Ruhiyah, yaitu potensi sensorik terhadap setiap tindakan manusia. Potensi ini berfungsi untuk mengenali baik dan buruk atau jalan kefasikan dan ketaqwaan, Allah berfirman: “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya” (Q.S. Asy-Syams ayat 8)

Karenanya manusia  punya hak memilih di antara dua jalan, namun Allah menegaskan: “Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya”. (Q.S al-Infithar ayat 5). Justru Allah mengingatkan: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan amat sangat merugi orang yang mengotorinya.”

Ketiga, akal pikir. Potensi ini sebagai perangkat lunak yang bekerja untuk mencari ilmu pengetahuan.

Potensi ini bekerja untuk menemukan kebenaran dan pembuka tirai atas sesuatu yang belum diketahui.

Potensi akal pikir inilah yang membedakan antara manusia dan binatang, maka tidak mengherankan ketika Rene Descartes sampai menyebut Cagito ergo sum (aku berpikir maka aku ada) menggambarkan betapa kedudukan pikir dalam struktur diri manusia adalah sesuatu yang sangat sentral. Bahkan dalam al-Qur’an begitu banyak Allah menyebutkan “apa kamu tidak berpikir?”

Ketiga potensi di atas rasanya cukup untuk menjadikan manusia sebagai makhluk terbaik di muka bumi yang diberi kedudukan tinggi dan bisa lebih tinggi dari malaikat.

Namun, manakala potensi yang dimiliki tersebut tidak digunakan dengan baik maka derajat manusia akan jatuh dan lebih hina dari binatang ternak.

Karena itu pula bagi insan yang menyadari hakikat dirinya sebagai hamba yang potensial maka sejatinya  ia terus berusaha keras untuk menjaga dan mengembangkan potensi dirinya sebagai pengejewantahan terima kasihnya kepada sang pencipta yang menjadikannya begitu sempurna.

Kenali dirimu maka engaku akan mengenal Allah!

T Lembong Misbah, adalah Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh]
Mengenali Potensi Diri Manusia Mengenali Potensi Diri Manusia Reviewed by WASATHA on June 23, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.