Ads Header

Breaking News

Teater 28 Universitas Siliwangi Tour Lintas Budaya Jawa-Sumatera


WASATHA.COM, BANDA ACEH - Pentas keliling Teater 28 Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya selesai dihelat. Acara yang dimulai sejak 22 April itu berlangsung dari Jawa hingga Sumatera. 

Naskah Teater “Lakon Yang Ditulis Kemudian” yang disutradarai oleh Bode Riswandi itu sukses di tonton oleh lebih dari 3.000 orang.

Pentas tersebut telah di selenggarakan di Tasikmalaya (RKU K.04 dan Gedung Kesenian Tasikmalaya), Garut (Padepokan Sobarnas) dan Palembang (Universitas Sriwijaya).

Naskah Teater yang dpentaskan lintas budaya tersebut menurut Bode Riswandi merupakan hasil dari riset panjang kehidupan wanita tunasusila pada tahun 2010 di salah satu kota santri di Jawa Barat dan tempat-tempat lokalisasi yang ada di Jawa dan Sumatra. 

Hasil dari risetnya tersebut ia tuangkan pada naskah drama teater dengan gaya realis dengan sudut pandang romansa.

“Selain manjalin silaturahmi, saya ingin mengajak publik untuk membaca ulang soal penilaian kita terhadap pekerja seks komersial dari sekian penialaian nyinyir terhadap meraka, ada yang luput kita tanyakan pada diri sendiri, yakni bukan siapa mereka, tetapi mengapa mereka bisa seperti itu,” ungkapnya.

Dalam  teater tersebut terdapat salah satu adegan dimana sang pemeran “Sukat” menjual kekasihnya pada seorang Mucikari, yang kemudian kekasihnya itu menjadi wanita pekerja seks.

“Tokoh pelacur yang dijual oleh suaminya itu betul ada dan riil terjadi, setiap pukul sepuluh malam istrinya itu diantar oleh suaminya ke tempat prostitusi dengan becak miliknya, kemudian subuhnya di jemput kembali,”

“Banyak hal sebetulnya yang menyebabkan wanita tunasusila menjadi demikian, akibat kekerasan alam rumah tangga (KDRT/red) dan sebagainya,” lanjut Bode

Pementasan tersebut diperankan oleh sebanyak 16 aktor dengan awak60 orang yang berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Teater 28.

Bode Riswandi lahir di Tasikmalaya 6 November 1983 Mengajar di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Siliwangi Tasikmalaya (Unsil). 

Ia pernah diundang oleh pemprov Aceh untuk membacakan salah satu karya puisinya yang berjudul “Tsunami, Bumi Nanggroe Aceh” 10 Oktober 2008 lalu. 

Bergiat di Komunitas Azan, Sanggar Sastra Tasik (SST), Rumah Teater, dan Teater 28. 

Menulis puisi, cerpen, esai, dan naskah drama. 

*** 
Karya-karya Bode Riswandi

Karyanya tersebar di banyak media massa dan antologi bersama, juga terkumpul dalam antologi Biograpi Pengusung Waktu (RMP, 2001), POLIGAMI (SST, 2003), Kontemplasi Tiga Wajah (Pualam, 2003), Dian Sastro For President #2 ( Akademi Kebudayaan Yogyakarta 2003), JURNAL PUISI (Yayasan Puisi, Jakarta 2003), End of Triliogy (Insist Press, Yogyakarta 2005),Temu Penyair Jabar-Bali (2005), Lanskap Kota Tua (WIB, 2008), Tsunami, Bumi Nangroe Aceh (Nuansa, 2008), RUMAH LEBAH Ruang Puisi (Yogyakarta, 2009). PEDAS LADA PASIR KUARSA antologi Temu Sastrawan Indonesia II (2009). MENDAKI KANTUNG MATAMU (Ultimus, 2010). dan Antologi Pemenang Sayembara Cerpen Nasional “Sang Kecoak” (Insist Press, 2006). Tahun 2005 mejadi Duta Kesenian dalam Misi Kebudayaan ke Malaysia .

[Sidqi Al Ghifari | Jurnalis wasatha.com wilayah Priangan Timur]

Tidak ada komentar