Ads Header

Breaking News

Ormas Islam Aceh Gelar Seminar Tanggulangi Paham Wahabi Ekstrim


WASATHA.COM, BANDA ACEH -  Sangat mudah untuk mengenali  wahabi ekstrimis yang menjadi cikal bakal lahir embrio tetoris di dunia.

Berikan salam islam kepada mereka. Pasti mereka tidak akan menjawab, Pun jika dijawab mereka menjawab dengan “assaamu “alaik” (celaka engkau).

Diantara ciri-ciri mereka adalah mudah mengkafirkan sesasama muslim sehingga pada sesuatu yang bukan dosa pun mereka masih mengganggap  muslim lain kafir. Seperti orang melakukan amalan istighasah,tawashul  dan cinta ziarah kubur  (hubbub al qubur).

Membunuh orang Islam karena dianggap kafir, harta dan darah halal sehingga perwalianpun dianggap putus karena muslim tidak ikut faham mereka dianggap murtad.

Tidak ingin shalat di mesjid lain. Dan yang lebih parah, bagi mereka jika tidak bersedia mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham juga termasuk kafir.

Demikian antara lain yang disampaikan oleh Ust Sofyan Tsauri, Ibnu Qalami, mantan teroris Jalin , mantan anggota Jaringan Jamaah Islamiyah, mantan anggota tauhid wal jihad dan mantan personil pembangunan camp pelatihan militer untuk tanzhiem Aceh Al Qaeda Aceh  di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, 2 April 2018, malam.

Acara yang diinisiasi oleh aliansi ormas Islam Aceh bekerjasama majelis zikir zawiyah nurun nabi An- Naqsyabandy dan Yayasan Jalin Perdamain juga diisi oleh K H Muhammad Idrus Ramli, Jember selaku dewan pakar Nahdhatul Ulama dan ustad Reza Prima Matondang, Bogor.

“Muhammadiyah tidak berideologi langsung seperti ulama Najd Muhammad bin Abdul Wahab an Najd sekalipun ada kesamaan karena pendiri Muhammadiyah banyak tersinpirasi pemikiran syaikh Muhammad bin Abduh, Mesir dan Syaikh Rasyid Ridha, Mesir,” jelas  Ust Reza Prima  Muballigh PP Muhammadiyah.

“Dalam masalah ilmu teologi Muhammadiyah tidak anti asya’irah karena bagi Muhammadiyah mengenal Allah bukan wajib aqli tapi wajib secara syar’i  semua manhaj ilmu kalam ditempatkan sejajar. kemudian baru ditarjih oleh Himpunan Putusan Tarjih (HPT) mana yang lebih didukung oleh dalil asal yakni alquran dan hadist,” tambahnya yang juga Sektaris Majlis Tabligh PP Muhammadiyah.

“Islamic State in Iraq and al Sham (ISIS) adalah gambaran Wahaby yang sebenarnya, jika belum kenal Wahaby itulah rupa aslinya, jika tidak demikian bukan wahabi asli namanya alias wahabi  abal-abal,” katanya.

Ketua pelaksana, Tgk Marwan Yusuf mewakili tiga belas  ormas Islam menyatakan, berdasarkan kajian yang mendalam dari ketiga pakar di bidangnya juga berbekal fatwa MPU Aceh nomor 9 tahun 2014 tentang pemikiran, pengamalan dan  penyiaran agama Islam di Aceh sudah wajib ditutup semua ajaran wahabi yang mempunyai benih ekstrimisme  di seluruh kabupaten/kota Aceh.

Seminar dihadiri ribuan jamaah dari santri, mahasiswa dan umum.

Juga dihadiri sejumlah pejabat antara lain yang mewakili Pangdam Iskandar Muda, Kolonel Infrantri Fajar Nugraha, pejabat Biro Isra Aceh, pejabat dinas syariat Islam dan sejumlah dinas lainnya.

Tidak ada komentar