Ads Header

Breaking News

Yudisium 88 Lulusan, Kini UIN Ar-Raniry Telah Lahirkan 82 Doktor dan 1454 Magister

Foto bersama jajaran ASN Pascasarjana UIN Ar-Raniry

WASATHA.COM 
– Program Pascasarjana (PPs) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melakukan yudisium kepada sebanyak 88 mahasiswa program magister dan Doktor Semester Ganjil Tahun Akademik 2017-2018. Proses yudisium berlangsung di aula utama gedung PPs UIN, Banda Aceh, Selasa,(20/02/2018).

Wakil Direktur PPs UIN Ar-Raniry, Dr. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.A dalam sambutannya mengatakan, dari penyelenggaraan pendidikan pada semester ganjil tahun akademik 2017-2018, Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menghasilkan 84 alumni baru, 4 orang doktor dan 80 orang magister. 

Dari jumlah itu, lanjut Salman Abdul Muthalib untuk magister, Fiqh Modern 8 orang, Pendidikan Agama Islam 29 orang, Pemikiran orang, Pemikiran Dalam Islam 7 orang, Pendidikan Bahasa Arab 8 orang, Ilmu Dakwah 8 orang, Ekonomi Islam 17 orang, Sejarah Tamaddun Islam 3 orang. Sementara untuk Doktor, kata Dr Salman, empat orang yang di yudisium berasal dari program stud Fiqh Moder.

“Dengan bertambahnya 80 alumni baru pada tingkat magister dan 4 orang pada tingkat doktor, maka Pascasarjana UIN Ar-Raniry sampai saat ini telah menghasilkan 1454 orang magister dan 82 orang doktor. Total alumni Pasacasarjana sampai saat ini berjumlah 1536 alumni," ujar Dr Salman.


Direktur PPs UIN Harapkan Mahasiwa Kembangkan Ilmu

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA dalam sambutannya mengharapkan alumnus magister dan Doktor UIN Ar-Raniry agar istiqamah, komitmen dan konsisten untuk menemukan ilmu pengetahuan, mengembangkan dan mengamalkannya.

Sebab, kata Prof. Syahrizal, ilmu bukan hanya untuk kepentingan ilmu sepertinya halnya paradigma ilmu di dunia Barat yang melihat science for science. Dalam Islam ilmu berfungsi untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Dalam tataran ontologi, Prof. Syahrizal, ilmu dibutuhkan untuk mengagungkan asma Allah melalui ayat-ayat quraniyah dan kauniyah. Sementara dalam tataran epistemologi, dengan menciptakan teori-teori ilmu pengetahuan maka akan mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Jadi, ilmu itu dikembangkan untuk diamalkan sehingga ilmu akan bermanfaat untuk masyarakat hingga alam semesta ini,“ ujar Prof. Syahrizal.

Prof. Syahrizal berharap, dimana pun alumnus UIN berada, mereka harus menjadi inovator yang menemukan ilmu, mengembangkan dan mengamalkannya. Dikatakan Prof. Syahrizal, para lulusan harus mampu menjadikan teori ilmu pengetahuan untuk bisa merespons perkembangan zaman yang terus berubah setiap saat. Jadi ilmu kita jangan marginal, jangan menjadi intelektual di menara gading.

“Jadi sains Islam harus bisa mengimbangi perkembangan zaman sehingga keilmuan Islam tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Baik dalam konteks sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, semua harus dikembangkan. Jadi kita harapkan ilmu para lulusan Pascasarjana UIN Ar-Raniry harus sinkron dengan kebutuhan masyarakat. lulusan PPS jangan jadi tukang, tapi jadilah pemikir, agent of change, pembawa pencerahan," kata Prof. Syahrizal.


Prof. Syahrizal dalam sambutannya juga meminta maaf apabila selama ini Pascasarjana belum maksimal dalam melayani kebutuhan akademik mahasiswa. Namun, sebut Prof. Syahrizal,  pihaknya terus melakukan upaya pembenahan dalam meningkatkan kualitas dan mutu akademik. Prof. Syahrizal juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan para mahasiswa yang memilih PPS UIN sebagai tempat studi, dan meminta alumnus PPs UIN agar menjaga nama baik PPS dengan jalan mengerjakan peran pengembangan dan pengamalan keilmuan secara nyata. [Teuku Zulkhairi]