Ads Header

Breaking News

Mau Dapat Jodoh? Coba Dekatin Aja Dulu Yang Ngaturnya



KALAU membicarakan masalah yang satu ini tidak akan ada habisnya. Banyak yang mempertanyakan siapa jodohku? dimana dia sekarang? kapan dia akan datang? Pertanyaan ini pasti muncul dibenak para pria maupun wanita yang mulai jenuh dengan kehidupan sehari harinya dan ingin memiliki seorang pendamping hidup.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan jodoh? apakah jodoh harus diusahakan layaknya berusaha dalam mencari rezeki? atau hanya  menunggu dan menanti jodoh datang dengan sendirinya? seperti yang banyak dikatakan orang “jodoh itu gak akan kemana”.

Alangkah baiknya jika memperjuangkan jodoh dari pada hanya duduk menunggu. Kenapa harus memperjuangkan jodoh? Balik pertanyaan kenapa hanya pasrah menunggu jodoh?

Memang Allah sudah mentakdirkan manusia berpasang pasangan dan sudah menentukan jodoh, tapi apakah benar Allah Swt menentukan yang namanya Jodoh ini pasti datang pada saatnya dan tak akan pergi kemana. 

Kalau memang benar demikian mari berpikir sejenak apa apa saja takdir yang sudah ditentukan Allah, bukankah rezeki, ajal, kebahagiaan dan kecelakaan, takdir surga dan neraka sudah diatur oleh Allah SWT, kita harus mengimani bahwa hal tersebut sudah merupakan takdirdari Allah.

Kalau memang benar urusan jodoh ini setara dengan rezeki, ajal, dan ketentuan Allah yang lain, lantas mengapa kita tidak memperjuangkan jodoh ini seperti halnya kita mati-matian bekerja untuk medapatkan rezeki.

Apakah dengan diam, menunggu dan duduk dirumah rezeki kita akan mengalir begitu saja? Begitu pula dengan ajal, kita tahu, kita tidak akan bisa menolak ajal. Lantas apakah dengan demikian kita dilarang untuk memohon kesehatan, menjaga kebugaran dan memakan makanan dan minuman yang bergizi? toh akhirnya kita juga bakal mati.

Memperjuangkan jodoh atau menunggu dan memasrahkannya itu merupakan pilihan. Berpedoman dengan jodoh akan datang pada waktunya tanpa usaha yang jelas adalah juga pilihan. Banyak orang masih hidup sendiri di usia lanjutnya pun merupakan pilihan.

Bukan karena mereka tidak mendapat jodoh, namun mereka memilih untuk tidak memperjuangkan jodoh tersebut, karena merupakan pilihan. Silakan memilih, dan setiap pilihan akan pasti ada penyesalan atau ada rasa syukur yang akan kita dapat diakhir. [Ilham Dermawan]