Jangan Heran, Kenapa di Aceh Banyak Kenduri


WASATHA.COM - Kenduri sangat banyak diselenggarakan di Aceh. Dari kenduri bayi turun tanah hingga kenduri turun ke blang (sawah), juga pelaksanaan Maulid Nabi diadakan selama tiga bulan berturut-turut di Tanoeh Endatu.

“Mengapa di Aceh banyak digelar kenduri? Ini hal yang penting dan ada filosofinya,” tanya Muhammad Nazar pada sambutan Maulud Rasulullah yang diadakan oleh warga Aceh Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Mangarai, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) malam.

Tokoh Aceh di Jakarta itu menguraikan alasan kenduri banyak digelar di Aceh karena pada masa lalu sering terjadi konflik antarwarga. Dengan hadir pada acara kenduri, mereka dapat bersilaturrahmi dan saling kenal.

"Melalui agenda kenduri, penduduk dapat berkumpul dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui diplomasi piring nasi," kata  Muhammad Nazar, Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012.

“Kenduri juga berdampak kepada sosial yakni sebagai peredam konflik. Jika dengan makan-makan tidak menyelesaikan konflik, sulit mencari solusi lain,” ungkap Nazar.

Kaharuddin Syah mewakili pengurus PP-TIM dalam sambutanya menyatakan, warga Aceh di mana pun berada harus bisa berbaur dengan warga sekitarnya.

Menurutnya, pembauran ini untuk menguatkan persatuan dan kesatuan.

Berkaitan dengan keberadaan TIM Cabang Mangarai ini, Kahar menjelaskan keberadaan Meunasah Manggarai setinggi tiga lantai ini merupakan meunasah pertama TIM yang diresmikan oleh Menteri Bustanil Arifin pada 1984.

“Maulud ini rutin dilaksanakan setiap tahun di seluruh cabang TIM yang mencapai 48 cabang, semoga ada maknanya  yang kita raih dari peringatan Maulud ini,” pintanya di hadapan ratusan undangan.

Sementara Ustad Jati sebagai mubaliq mengingatkan, umat untuk terus mengikuti kehidupan Rasulullah dalam membina keluarga.

"Jika dalam keluarga sudah dibentuk pelajaran-pelajaran mencontoh Nabi, maka kehidupan selanjutnya akan lebih baik," pungkas Ustad Jati.

Hadir juga Wali Kota Jakarta Timur Bambang, Kepala Perhubung Perwakilan Pemerintah Aceh Badri, beberapa tamu lainnya serta peserta yang meramaikan acara maulid. 

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci dan saritilawah, laporan Ketua Panitia Pelaksana Yusmarni disusul pidato Ketua TIM Cabang Mangarai Lukman, pembacaan hikayat oleh Syeh Rih. Sementara kenduri maulud disajikan setelah shalat Magrib dilanjutkan zikir maulid. []/Dhi
Share on Google Plus

About Dhiya Urahman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.