Anda Ingin Kaya? Menikahlah dan Pertahankan Pasanganmu

FOTO: Wasatha | Marbawi

SEMUA insan manusia pasti menginginkan kekayaan dalam hidupnya, karena menurutnya kalau memiliki kekayaan yang banyak hidupnya akan bahagia.

Di zaman yang modern ini, banyak  kita temui orang tua yang menganjurkan kepada anaknya, untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya, terus memiliki pekerjaan, dan jangan buru-buru untuk menikah, kalau sudah mapan, sudah punya rumah sendiri, pekerjaan tetap, baru tuh mikirin untuk nikahin anak orang.

Akan tetapi semua nya itu tidak sepenuhnya benar dan bisa untuk diikuti. Bahkan, agama menganjurkan kebalikan dari yang diatas tadi. Kalau masyarakat menganut prinsip bahwa “kalau ingin menikah harus mapan terlebih dahulu” justru logika agama menganjurkan hal yang bertolak dengan prinsip yang dianut masyarakat “ jika ingin hidup mapan, maka menikahlah,”.

Seperti firman Allah dalam Al-Quran :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( Pemberian-Nya), Maha mengetahui” [Q.S Surah An-Nur : 32].

Seperti yang telah dijelaskan dari ayat tersebut bahwa Allah telah berjanji untuk memberikan karunia-Nya bagi orang yang menikah.


Setelah kita menikah, kita juga dituntut untuk selalu bertanggung jawab menafkahi keluarga  dan menghapus segala kemalasan dari dalam diri kita.  [Teuku Emy]
Share on Google Plus

About Teuku Emy Kurniawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.