Ads Header

Breaking News

Unimal Dipercaya Bangun Kembali Ekonomi Marawi


Masjid yang digunakan oleh Daesh terlihat mengalami kerusakan setelah 5 bulan pertempuran di Marawi, Lanao del Sur di selatan Filipina pada 25 Oktober 2017. Pasukan militer menunjukkan kepada media kerusakan yang terjadi akibat pertempuran yang menewaskan 165 tentara, lebih dari 900 militan dan 47 warga sipil. ( Jeoffrey Maitem - Anadolu Agency)

WASATHA.COM
- Indonesia akan melakukan pembangunan di Marawi, Filipina Selatan, untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pasca perang.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono menjelaskan pemerintah akan menggandeng Universitas Malikussaleh Aceh yang berpengalaman soal konflik dan pascakonflik.

“Kami sekarang masih melakukan pengkajian. Di [Universitas] Malikussaleh banyak profesor yang menulis buku soal membangun ekonomi pasca perang,” ujar Siswo di Jakarta, Rabu (20/12/2017) seperti diberitakan Anadolu Agency.

Siswo mengatakan, masalah ekonomi menjadi hal mendasar yang harus diselesaikan di sejumlah wilayah Filipina Selatan seperti Sulu, Tawi Tawi, dan Basilan.

“Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, semoga mereka tidak jatuh ke gerakan radikal,” kata Siswo.

Siswo mengatakan, tak menutup kemungkinan Malaysia ikut serta dalam proyek ini karena kerja sama ini akan dilakukan bersama-sama pemerintah Filipina Selatan.

“Kalau Malaysia ikut jadi kerja sama trilateral,” jelas Siswo.

Siswo mengatakan bukan kali ini saja Indonesia membantu negara lain untuk bangkit setelah perang. Hal sama juga pernah dilakukan di Afganistan

“Kita, kan, semangatnya masih ukhuwah Islamiyah,” tukas Siswo.