Empat Kiat Memperoleh Nikmatnya Surga

Share:
FOTO : Google
PADA dasarnya semua manusia apabila diberikan pilihan surga atau neraka semua pasti sepakat memilih surga tanpa terkecuali.

Anehnya manusia sekarang ini, apabila diajak untuk menuju surga tak sedikit yang menolaknya dengan cara memaparkan berbagai alasan. mulai dari yang perkataan sibuk, yang mahasiswa banyak yang mengutarakan buat tugas dan banyak tugas.

Tak sedikit juga yang beralasan jarak rumah yang jauh. Seharusnya jarak rumah bukanlah menjadi penghalang untuk menghadiri pengajian, karena itu bersifat mulia. Tidak ada kendaraan. Padahal sekarang sudah banyak alternatif yang bisa digunakan untuk menuju ke tempat pengajian.

Menurut Tgk. Safaini, MA pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) adapun kiat-kiat untuk membantu kita dalam memperoleh nikmat dalam menikmati surganya Allah Azza Wajalla ialah:

Pertama, Bertemanlah dengan orang-orang yang Sholeh. Karena apabila kita sering berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang Sholeh maka meskipun kita tidak sholeh InsyaAllah lama kelamaan kita juga ikutan Sholeh.


Carilah teman dengan katagori seperti ini yaitu, Apabila kamu Melihatnya membuat kamu terus mengingat Allah sehingga kamu tidak lupa kepada Allah. Ucapannya membuat kamu termotivasi dan bersemangat dalam beribadah dan taat kepada Allah Ta’ala. pekerjaannya membuatmu terus mengingat Allah sehingga pekerjaanmu juga sepertinya yg senantiasa Istiqomah dalam ketaatan kepada Allah.

Kedua, Merasa khawatir atas harta yang dimiliki. sehingga sepatutnya sabar terhadap harta dengan cara menggunakannya sesuai perintah yang mendekatkan diri kepada Allah.

Banyak kita lihat sekarang apabila sudah memiliki harta yang banyak berangapan "ambolah udang, yang lain kapiting samuo" sehingga kita bebas melakukan apapun. Meskipun harta yang diperoleh dari berbagai macam cara.


Dan parahnya lagi, setelah menjadi hartawan anti sedekah, infak, zakat apalagi karena dia hanya manfaatkan demi keuntungan pribadinya bahkan juga untuk orangtua, anak dan istri juga lupa.

Ketiga, Selalu merasa sedih atau gelisah karena sedikit amal. Berbeda dengan realita saat ini bahkan banyak dari kita yang merasa amalannya sudah banyak dan sudah cukup untuk di persembahkan kepada Allah kelak.

Padahal di dalam Al-Qur'an Allah telah mengingatkan "Andai Lautan kamu jadikan tinta untuk menulis NikmatKu kata Allah maka itu tidak akan pernah cukup meskipun setelah lautan itu kering kamu tambah tujuh atau lebih lautan lagi".

Jadi, apa yang ingin kita banggakan saudaraku, karena belum seberapa amalan kita saat ini, maka khawatir lah kita sehingga kita senantiasa terus menperbaiki kualitas dan kuantitas amal serta terus meramal.

Keempat, Perbanyaklah mengingat kematian. sebab dengan kerab kita mengingat mati, maka seseorang akan menjauhkan perbuatan maksiat dan mengutamakan berbuat kebajikan.

Coba amalkan satu hal ini, Apabila anda ingin melakukan suatu kemungkaran atau kemaksiatan bayangkanlah ketika anda sedang melakukannya atau usai melakukannya anda mati, Nauzubillah.


Ketika ingin berzina bayangkan ketika sedang berzina di gerebek kemudian di pukuli atau di rajam hingga mati.

Mencuri, ketika ingin mencuri ketahuan kemudian dipukuli (ada yang di bakar) masyarakat hingga mati. Mabukan, ketika mabuk, kebanyakan minum overdosis hingga mati.

Begitu juga dengan berjudi, ketika menang atau kalah (banyak hutang) ada yang iri atau tidak senang dengan kita kemudian di bunuh.

Dan banyak lagi contoh lainnya sehingga apabila itu tersistem di pikiran kita mungkin tidak ada lagi kemungkaran dimuka bumi ini, Wallahu 'Alam.

Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan, dan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. [Arief Kurniawansyah R]