Pemuda Asal Turki Ini Jelajahi 35 Negara Dengan 'Hitchhiking'

Share:
Foto : Anadolu Agency 

WASATHA.COM-
Yigit Kurt, 27 tahun, pemuda asal Antalya, Turki, sudah berhasrat untuk menjelajahi dunia sejak kecil. 
Kurt memulai perjalanan pertamanya menumpang (hitchhiking) mobil orang asing ke Olympos, salah satu destinasi terkenal di Kota Anatalya, Turki.
Setelah lulus SMA, Kurt pergi ke Istanbul untuk melanjutkan pendidikan. Saat duduk di bangku kuliah dia mengunjungi Belanda melalui program pertukaran pelajar. Setelah lulus dari universitas, dia berangkat menjelajahi benua Asia dan Eropa.
Kurt sudah menjelahi 170 kota di 35 negara di benua Eropa, Amerika, Asia dan Afrika dengan hitchhike kendaraan orang di jalan, demikian dilansir kantor berita Turki Anadolu Agency.
Selama perjalanannya, Kurt juga menumpangi kendaraan-kendaraan yang tidak lazim digunakan untuk umum seperti ambulans, mobil polisi, dan kereta kuda.
Kurt menceritakan dia tidak dapat menghentikan keinginannya untuk bepergian meski keluarganya berkali-kali memperingatkan bahayanya. Hingga saat ini Kurt telah menjelajahi lebih dari 20 ribu kilometer.
“Saya ingin menjelajahi sebanyak mungkin negara sebisa saya. Berjalan-jalan dengan hitchhiking adalah gairah. Anda berkenalan dengan banyak orang dan mempelajari hal baru,” kata Kurt menjelaskan.
Kurt mengatakan, dirinya mengumpulkan banyak memori untuk dibagikan. Terkadang dia menumpangi mobil yang sangat mewah, kadang menaiki truk yang tidak memiliki pintu, terkadang juga dia tidur di jalanan dengan para tuna wisma.
“Ketika saya melihat ke belakang, saya mengucapkan ‘untung saya pernah mengalami semua ini,” kata Kurt mengungkapkan kebahagiaannya atas semua pengalaman yang didapat.
Ketika berada di India, kisahnya, Kurt berkesempatan untuk berkenalan dengan bintang terkenal Bollywood, Aamir Khan.
“Kamu harus menjelajah jika kamu ingin mengenal India,” kata Aamir Khan kepada Kurt saat itu. Mendengar saran dari Aamir Khan, Kurt lantas pergi ke 17 kota di India.
Kurt mengungkapkan, ayahnya selalu khawatir akan terjadi sesuatu kepada dia dan memaksa Kurt untuk bekerja atau mendirikan bisnis agar hidupnya lebih teratur. Namun Kurt menolak dan malah berhasil mengajak ayahnya untuk ikut bepergian dengan dia.
“Sekali saja ikut saya, ayah akan lebih mengerti. Ayah saya setuju untuk ikut, lalu bersama dua orang teman dari Antalya ayah datang ke Malaysia. Dengan tas ransel dan sepatu jalan, kami hitchhiking bersama untuk pertama kalinya ke Phuket. Meski awalnya merasa kesulitan namun kemudian dia suka," pungkas Kurt yang menceritakan dia dan ayahnya berhasil ber-hitchhiking mengelilingi 3 negara. []