Ads Header

Breaking News

Adab Berpakaian yang Benar Dalam Islam

ISLAM melalui kedua sumber pokoknya Al-qur’an dan Hadis memberikan batasan dan aturan yang jelas mengenai tata cara berpakaian. Ketentuan islam untuk menutup aurat dan berhias berlaku bagi setiap manusia.

Seorang muslim dan muslimah yang sopan dan santun pasti selalu memperhatikan bagaimana tata cara berpakaian yang rapi dan menutup aurat. Kita diwajibkan menutup aurat ketika sudah baligh (dewasa). Islam sangat mulia karna memperhatikan semua apa yang menjadi kebaikan umatnya, termasuk dalam hal berpakaian.

Islam mewajibkan setiap muslim menutup aurat, dimana setiap manusia yang berbudaya sesuai dengan fitrahnya akan malu dan merasa rendah jika auratnya dibuka, dengan demikian akan berbedalah manusia dan binatang.

Ketentuan secara umum dalam hal berpakaian untuk laki-laki dan perempuan ialah tidak boleh berlebih-lebihan ataupun untuk menyombongkan diri. Khusus perempuan ialah haram memakai pakaian yang ketat dan transparan. Hal yang demikian dikatakan berpakaian tapi telanjang. Pakaian mereka tidak berfungsi sebagai menutup aurat, sehingga keluar dari tujuan berpakaian secara islami.

Dalam Al-qur’an surah al-ahzab (33) ayat 59, Allah swt telah memberikan bentuk dan cara berpakaian yang dijadikan sebagai pakaian wanita islam, yaitu jilbab, ialah baju kurung yang lapang dan panjang. Firmanya :

Artinya : “wahai nabi! Katakanlah kepada istri – istrimu, anak perempuanmu, dan istri orang mukmin, “hendaknya mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak digangu. Dan Allah maha pengampun, maha penyayang.”(Q.S. Al-ahzab(33)59).

Demikian Allah swt telah mendesain model pakaian yang aman, feminim, dan mudah dikenali kewanitaanya.
Fungsi pakaian dalam islam ini berkaitan dengan surah Al-araf (7) : 26, yaitu :

Artinya : “hai anak adam. Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan merka selalu mengingat.”

Berdasarkan ayat diatas kita dapat mengerti bahwa fungsi utama pakaian adalah penutup aurat dan juga sebagai penghias diri. Penghias diri disini ialah, ketika kita berpakaian maka kita akan dipandang terhormat. Dibandingkan makhluk lain yang tidak berpakaian. Penghias diri bukanlah menghias diri supaya menarik perhatian, membuat orang lain tertarik, bahkan menimbulkan syahwat itu dilarang dalam islam.

Adapun fungsi pakaian adalah :

Pertama, sebagai penutup aurat. Kedua, sebagai pelindung tubuh. Ketiga, sebagai perhiasan. keempat, menghindari dari gangguan iblis dan setan. kelima, berpakaian ialah wujud ibadah kepada Allah swt.
Syarat berpakain dalam islam yang dikemukakan oleh Nahshiruddin Al Bani dalam bukunya” jilbab almar’rah al muslimah fi al khitab wa  as sunnat” sebagai berikut :
Pertama, menutup seluruh badan selain yang dikeculalikan, aurat laki-laki adalah bagian tubuh pusar sampai lutut. Wanita auratnya adalah seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan.

Kedua, bukan sebagai perhiasan yang membangkitkan syahwat.

Ketiga, kainya harus tebal, tidak transparan, tidak tipis dan harus panjang.

Keempat, longgar (tidak ketat)  sehingga tidak mengambarkan lekuk tubuh.

Kelima, bagi wanita pakaiannya tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki

Keenam, lebih baik tidak memakai wangi – wangian jika memang bau badan tidak timbul fitnah dalam pergaulan, jika dikhawatirkan bau badan tersebut menimbulkan fitnah, maka boleh memakai secukupnya asalkan tidak menimbulkan bau keras dan mencolok.

Ketujuh, tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

Kedelapan, tidak untuk mencari popularitas.


Itulah segenap aturan berpakaian dalam islam baik laki-laki dan perempuam yang mana islam telah mengatur semua keperluan umatnya. Supaya selalu berada dijalan yang lurus kembali kepada kita sebagai muslim yang harus menaatinya. Agar senantiasa selalu mendapatkan manfaat dan ridhonya terhadap diri kita sekalian. [Muhammad Reza]/Dhi