Manfaat Sujud Bagi Ibu Hamil

Share:
FOTO ILUSTRASI/TUMBLR
SHALAT merupakan kewajiban dan ibadah yang paling utama bagi umat Islam, sebuah bentuk ibadah yang mendekatkan hamba dengan Rabbnya. 

Shalat tidak hanya ritual dan sebagai rutinitas ibadah saja, karena di balik gerakan shalat ditemukan hikmah dan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan jiwa dan raga manusia khususnya bagi wanita yang sedang hamil.

“Wahai hamba hamba yg beriman! Ruku’lah dan sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung”. (QS Al-Hajj: 77).

Dalam Al-Qur’an surat Al Hajj ayat 77 tersebut Allah memerintahkan kepada hamba yang beriman untuk ruku dan sujud agar mendapatkan keberuntungan. Arti falaah (keberuntungan) adalah tercapainya apa yang diharapkan dan selamat dari marabahaya. 

Ini dapat diraskan khususnya bagi wanita yang sedang hamil, untuk menghindari posisi sungsang (keadaan di mana bayi di dalam kandungan kepala berada di atas, seharusnya posisi yang tepat adalah posisi bayi berada di bawah).

Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. 

Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah.

Ternyata saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. 

Jika seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktivitasnya ini akan membantunya mengantarkan darah yang melimpah ke janin.

Berikut ini beberapa manfaat gerakan sujud dalam shalat untuk perempuan:

Memudahkan Proses Persalinan | Bagi Wanita hamil, sujud bermanfaat untuk mempertahankan posisi benar janin dalam Rahim. 

Jika posisi janin sungsang atau melintang, gerakan sujud ini dapat membantu mengubah dan mengembalikan posisi janin secara benar. Dalam dunia medis, posisi sujud sering disebut dengan Knee-Chest position.

Selain itu, saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectusabdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama.

Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. 

Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebihelastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Memperlancar pencernaan dan mengatasi wasir | Saat sujud, kedua lutut dibengkokkan. Hal ini bermanfaat mencegah terjadinya kejang pada kedua lutut. membungkukkan badan ke depan dan meletakkan dahi di atas tanah adalah cara efektif proses pemijatan perut dan alat-alat pencernaan dalam tubuh.

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi seperti ini juga dapat menghindarkan seseorang dari gangguan wasir.

Memperbaiki fungsi kelenjar air susu | Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, hal ini dapat memperbaiki fungsi kelenjar air susu.

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. 

Hal ini teramat penting karena proses persalinan adalah proses di mana seorang calon ibu meregang dalam jihad untuk menerima amanah-Nya. 

Sakit seorang calon ibu ketika melahirkan memang luar biasa. Namun, kesakitan itu kadang menjadi tidak begitu dirasakan lagi oleh karena rasa bahagia dalam menerima anugerah-Nya yang berupa kelahiran seorang anak.

Alangkah baiknya jika seseorang memperpanjang sujudnya, apalagi pada hari-hari terakhir menjelang persalinan. Sungguh, ini penting sekali agar seseorang semakin dekat dengan Allah Swt, dzat Yang Menciptakan manusia, Yang Memberikan anugerah dan keselamatan. 

Inilah saat di mana seseorang diperkenankan meneteskan air mata demi mengharapkan anugerah kebaikan dari-Nya.

Betapa penting melakukan amalan ini, sehingga memperpanjang sujud ini perlu dilakukan tidak hanya bagi istri atau perempuan yang akan melahirkan, tetapi juga bagi suaminya. 

Pada saat sujud, suami dan istri dapat bersama-sama memohon pertolongan agar diberi kemudahan dalam melahirkan, anaknya normal dan sehat, ibu dan bayinya pun selamat. (shobariyah jamilah)